Kamis, 18 Agustus 2011

Introspeksi yuk....Semangat...

Adam diajari nama - nama benda, itulah awal mula pendidikan kecendikiaan, yang kelak direkonstruksi oleh wahyu Allah kepada Muhammad, yakni iqra'.
Dari Idris kita memperoleh rekayasa teknologi yang sangat dini.
Dari Nuh kita mendapati keingkaran terhadap ilmu dan kewenangan Allah.
Dari Hud membangaun kembali menuju salah satu puncak peradaban dan teknologi canggih.
Pada Ibrahim terdapat rekonstruksi tauhid, melalui metode penelitian yang lebih memeras pikiran dan pengalaman secara lebih detail. Pada Ismail pengorbanan dan keikhlasan. Ayyub kita mengetahui ketahanan dan kesabaran. Dawud kita mengenal Tangis, perjuangan dan keberanian.
Dari Sulaiman ke-Waskita-an, kemenangan terhadap kemegahan benda, kesetiaan ekologis dan keadilan. Pada Musa kita peroleh keteguhan, ketegasan haq, ilmu perjuangan politik tapi juga kedunguan dalam kepandaian. Dari Zakaria kita dianjurkan berdzkir. Dari Isa kita diajarkan kelembutan cinta kasih, getaran hubungan alam.
Dan Muhammad, Kematangan kesempurnaan ilmu manajemen dari semua unsur cahaya yang dibawa oleh para perutusan Allah sebelumnya.
Terkadang atau bahkan amat sering, kita adalah Adam yang sembrono dan nekad makan buah khuldi. Disaat lain kita adalah Ayyub --tetapi-- yang kalah oleh sakit berkepanjangan dan putus asa oleh perolehan yang amat sedikit.
Sebagian kami memperoleh jabatan seperti Yusuf tapi tak kami sertakan keadilan dan kebijakannya, sebagian lain malah menjadi Yusuf yang dicampakan ke dalam sumur tanpa ada yang mengambilnya. Ada juga golongan dari kita yang telah dengan gagahnya membawa kapak bagai Ibrahim, tapi sebelum tiba di gudang berhala, malah berbelok mengerjakan sawah - sawah Fir'aun atau membelah kayu - kayu untuk pembangunan istana bagi diktator itu. Mungkin itu yang menyebabkan seringkali kita tersembelih bagai Ismail, tapi tak ada kambing yang menggantikan ketersembelihan kita.
Sehingga sebagian dari kita lari bagai Yunus: seekor ikan paus raksasa menelan kita, dan sampai hari ini kita masih belum selesai mendiskusikan dan menseminarkan bagaimana cara keluar dari perut ikan. Kita belajar pidato layaknya Harun, sebab dewasa ini berlangsung apa yang disebut abad informasi. Tetapi isi pidato kita seharusnya diucapkan 15 abad yang lalu, padahal Musa-Musa kita hari ini tidaklah sanggup membelah samudera.
Yang kita bicarakan bukanlah pernyataan - pernyataan penuh rasa sedih dan putus asa, melainkan cara terbaik untuk menjadi kuat adalah menyadari kelemahan. Cara yang terbaik untuk bisa maju adalah memahami kemunduran. Sebodoh - bodoh kita, sebenarnya telah pula berupaya membuat tali berpeluru Dawud untuk menyiapkan diri melawan Jalut. Tongkat Musa pun harus perlahan -lahan kita rekayasa, agar kelak memiliki kemampuan untuk kita lemparkan ke halaman istana Fir'aun dan menelan semua ular - ular sihir yang melata - lata. Kita juga belajar kepada Sulaiman si raja agung pemelihara ekosistem layaknya Musa kita pun belajar berendah hati kepada ufuk ilmu Khidir. Dan berdzkir, bagai Zakaria kita perpeka kehidupan kita agar memperoleh kelembutan yang karib dengan ilmu dan kekuatan Allah.
Terkadang kita khilaf hanya mengambil salah satu watak Isa, yakni yang tampak sebagai kelembekan. Tetapi kita harus mengerti bagaimana berguru kepada keutuhan Muhammad, mengelola perimbangan unsur - unsur, terutama antara cinta dengan kebenaran. Sebab tanpa cinta, kebenaran menjadi kaku dan otoriter. Sedangkan tanpa kebenaran, cinta manjadi hanya kelemahan, keterseretan, terjebak dalam kekufuran yang samar, hanyut dan tidak berujung. [sumber : sebuah cerpen karya Emha Ainun Najib]
Selengkapnya...

Senin, 15 Agustus 2011

Bersyukur...Melihat Dunia dari Sisi yang Berbeda dari Kaca Mata Sang Tuna Netra

Sebuah kisah dua orang pasien pria yang sdang dirawat di sebuah ruangan rumah sakit. Salah satunya menderita penyakit yang mengharuskannya setiap sore untuk duduk diam di dekat jendela disamping tempat tidurnya untuk mengosongkan cairan dari paru - paru dan untuk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah. 
Sedangkan pria yang lain harus berbaring. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini berteriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.

Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk sambil melihat keluar jendela. Sambil tersenyum dan dengan wajah gembira dia menggumam, "Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi." gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum.

Melihat hal itu pria satunya yang berada di sebelah tempat tidurnya berkata dengan rasa penasaran, "Apa yang kau lihat di luar sana, kawan?" "Sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Jelas pria yang duduk Setiap sore ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria yang hanya bisa berbaring merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana. Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan begitu detil sehingga membuat pria yang berbaring membayangkan semua keindahan pemandangan itu.

Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya pun semakin bertambah. Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.

Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu. Suatu pagi, seorang perawat mendapati pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya.

Pria yang kedua merasa begitu kehilangan seorang teman yang mengisi hari-harinya. Begitu penasarannya dengan apa yang diceritakan oleh sang kawan hingga ia meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya.

Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar. Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu.

Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah . . . Tembok Kosong!!! Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.

Dari perawat itulah dia menyadari bahwa rekannya yang sudah meninggal ternyata seorang Tuna Netra yang terserang penyakit parah dan kronis...
sumber : http://www.blog-santai.com/2011/07/pelajaran-berharga-dari-seorang-tuna.html
Selengkapnya...

Rabu, 03 Agustus 2011

Insomnia??? Cobalah Sayur Kangkung....

Kita pasti kenal dengan sayur yang satu ini. Banyak yang percaya bahwa memakan kangkung bisa menyebabkan kantuk. Ada juga yang bilang zat besi pada kangkung terlalu berlebihan sehingga membuat kangkung menyerap banyak oksigen dalam tubuh, membuat kita malas, dll. Namun, hal ini belum ada pembuktian secara ilmiah oleh para ahli. Akan tetapi, ada kejelasan bahwa sayur kangkung memiliki zat kimia yang bersifat sedatif yaitu zat yang bisa menenangkan. Mungkin itu yang menyebabkan sayur kangkung dikatkan dengan mitos "ngantuk" karena ada zat sedatif ini, karen bila seseorang banyak mengonsumsi zat sedatif ini akan merasa tenang bahkan terlelap. Sehingga bahan zat sedatif ini dapat dicoba bagi yang terserang insomnia.
Selain itu sayur kangkung baik untuk mata dengan Vitamin A yang dikandungnya, juga vitamin B untuk membantu metabolisme tubuh, Vitamin C nya untuk kekebalan dan daya tahan tubuh serta Vitamin K yang sangat penting untuk proses pembekuan darah.
Kangkung adalah salah satu sayuran yang mengandung banyak zat besi, mineral ini sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama sel darah merah. Karena zat besi sangat dibutuhkan dalam pembentukan Hemoglobin (zat warna merah pada darah). Sehingga sayur kangkung sangat baik untuk penderita anemia.
Sayur kangkung juga bersifat anti-racun, sehingga kangkung mampu menetralisir racun dan menghilangkannya dari dalam tubuh. Dengan seratnya yang tinggi kangkung sangat baik untuk pencernaan, sehingga menghindarkan anda dari sembelit yang merupakan gejala awal ambeien. 
Manfaat lainnya adalah untuk menghentikan mimisan, sakit kepala, Sakit gigi, melancarkan air seni, menghilangkan ketombe, atau bisa juga mengatasi gatal kulit karena eksim.
Kandungan gizi dari kangkung adalah Vitamin A, B, C dan K kemudian zat besi, kalsium, fosfor, karoten, asam amino, karbohidrat, protein dan lemak. Yuk,,,budayakan makan sayur,,wajar dan higienis...pasti dapet manfaat...^_^
Selengkapnya...

Jumat, 29 Juli 2011

Huft...


Belum ikhlas merelakannya pergi. Walau semua hanya titipan. Aku ingin slalu menjaga pemberianmu. Sebagai balasan atas apa yang kau beri untukku. Namun, aku tak mampu menahan, ketika kau memintanya kembali untuk diberikan kepada yang lain. Rasa - rasanya ingin menangis ingin bilang.

"Kenapa harus aku?"
lagi - lagi kata kenapa yang masih selalu muncul dalam hidupku. Aku sadar aku kecewa. Ingin sekali marah, karena aku  dinomor duakan. Tapi, ada yang lebih bisa aku lakukan yaitu merelakannya dan tersenyum. Karena, Tuhan akan memberikan yang lebih baik. Always.Always.and Always. ^_^

Selengkapnya...

Senin, 25 Juli 2011

Setangkai Bunga Penuh Makna.

Siapa yang ndak tahu bunga,, dan siapa yang ndak suka bunga??
Apalagi wanita, beberapa darinya akan selalu luluh hatinya ketika seorang pria memberikan bunga, walau hanya setangkai. Banyak hal yang kita bisa contoh dari bunga. Keharumannya, keindahannya, dll. Dari bunga kita dapat mengerti fase kehidupan, siklus bunga yang dari kuncup, lalu mekar, lalu rontok dan kemudian berulang lagi dan lagi. Begitupula hidup, ketika kita mendapati masalah atau amanah jika kita sudah menyelesaikannya makan akan ada lagi amanah lain yang sudah menunggu kita. Amanah atau masalah membuat hati dan diri menjadi lebih bijak dan dewasa dalam menapaki jalan kehidupan.

Lain lagi dengan bunga Sakura di negara Jepang. Bunga ini hanya mekar saat musim Semi. Ketika salju – salju mulai mencair, dan udara menjadi hangat maka bunga ini akan bermekaran. Dari Sakura kita tahu bahwa setelah kesulitan pasti akan selalu ada kemudahan, kebahagiaan. Namun, terkadang kita terlalu mudah menyerah dan putus asa. Padahal tinggal selangkah lagi, tapi kita terlanjur down dan tak mampu melihat kemudahan, kebahagian dan hikmah dibalik semua kegundahan, dan kesulitan. Lagi – lagi kesulitanlah yang membuat kita lebih dewasa dan bijak, layaknya hujan badai yang memperindah datangnya pelangi.

Sedangkan dari bunga Tulip kita belajar ketegaran. Tulip adalah bunga yang tegas dan berwibawa. Walau setiap rumpun hanya menghasilkan setangkai bunga, namun tergantikan dengan dimilikinya warna kuat pada setiap kelopak bunganya. Kuncupnya kelihatan anggun, kelopak dan daunnya tebal. Tak seperti Sakura, tulip adalah bunga yang kuat, yang tak gugur walau diterpa angin.

Dan layaknya bunga Lily, tak hanya mewah dan anggun untuk hiasan. Ternyata punya efek menyembuhkan.  Mampu menyembuhkan luka tanpa bekas, terkecuali luka hati akan selalu berbekas, itulah mengapa ketika hati terluka maka kita akan semakin dewasa, karena jika luka hati mampu diobati dan tak berbekas maka manusia tak akan pernah belajar. Mengandung saponin,untuk menghambat pertumbuhan kanker. Ekstraknya baik untuk melembabkan segala kulit dan menahan kadar air tetap seimbang.

Bunga Melati lambang kesucian nan kesederhanaan apalagi dengan warna putih dan keharumannya. Keserhanaannya terlihat dari sosok tanaman melati yang tumbuh liar dan mempunyai bunga yang kecil sehingga melambangkan keserhanaan. Warnanya yang putih bersih dan tidak mencolok melambangkan kesucian dan keelokan budi. Aroma harum tak menusuk yang disebarkannya memberikan makna dan kesan lembut, nyaman dan tenang. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh dengan mudah tanpa perawatan rumit dan berbunga sepanjang tahun.

Bunga Mawar, indah, harum dan berduri namun dibalik itu semua ternyata ada maknanya. Orang jawa mengartikan bunga mawar adalah suatu kehendak dan niat yang tulus, menjalani segala sesuatu tanpa pamrih. Mawar merah berartikan proses terjadinya sesuatu atau kelahiran. Dalam adat jawa mawar merah berarti ibu dan mawar putih berarti ayah. Di kebudayaan barat, bunga mawar berarti cinta dan kecantikan. Berartikan suci untuk dewa dalam mitologi Yunani. Dan untuk Inggris bunga mawar adalah bunga nasional. Bermaknakan anti-kekerasan di Georgia saat terjadi Revolusi Mawar di tahun 2003. Bunga mawar, sebuah bunga fenomenal yang punya banyak arti dalam beragam tradisi.

Laksana bunga Matahari yang besar, kuat dan kokoh. Warnanya yang kuning mengesankan kecerahan dan keceriaan. Jika diletakkan di sebuah ruangan  maka ruangan itu akan terlihat cerah. Dan, bunga matahari selalu menghadap arah matahari, mencari terang. Selalu carilah sisi terang dalam setiap masalah dan kejadian di dalam kehidupan.

Banyak wanita dimanjakan dengan keindahan bunga anggrek. Anggrek putihpun menjadi bunga yang paling saya suka. Dan ternyata bunga anggrek lebih tahan lama ketimbang mawar. Tahukah kita bahwa kekuatan dan keindahan yang dihasilkannya tidak didapat dalam waktu yang singkat. Bahkan ada yang membutuhkan waktu bertahun – tahun, baru dapat dinikmati keindahan bunganya. Mulai dari bibit hingga pertumbuhannya membutuhkan waktu lama. Pada fase pertumbuhan banyak ancaman dari lingkungannya yang mampu membuatnya tidak tumbuh bahkan mati. Dari situ kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa terkadang hal indah yang Tuhan janjikan harus melalui proses panjang dan menyakitkan. Hambatan yang ada kadang memaksa kita untuk menyerah. Di lain sisi kita berusaha dengan jalan instan untuk mendapat yang kita inginkan. Kita tak bisa mempercepat rencana Tuhan. Yang bisa kita lakukan hanya berserah dan tekun. Pada akhirnya akan ada hadiah terindah yang telah Tuhan sediakan untuk kita.

Banyak lagi bunga yang bisa menginspirasi bagi kita untuk menjalani kehidupan ini. Karena sesungguhnya alam semesta ini diciptakan untuk orang – orang yang berfikir. Nikmatilah proses yang Tuhan sediakan untuk kita dan lihatlah keindahan hasilnya.
Selengkapnya...

Sabtu, 23 Juli 2011

Yummy....jadi kangen Rumah....

Laper...Jadi inget masih punya tempe di lemari es....tapi ndak ada temen'e klo dimasak oseng. Lalu keinget rumah,,,iseng2 dibuat sambel tumpang ajja....mudah koq...

Bahan :
Tempe, Santan, Telur, Daun Salam, Daun Jeruk, Lengkuas, Kencur, Cabai, Bawang merah, Bawang putih jgan lupa air. 
Cara :
Rebus semua bahan. Setelah mendidih, semua bahan dihaluskan kecuali daun salam, daun jeruk, lengkuas dan kencur juga telur. Setelah bahan - bahan halus lalu masukkan kembali ke dalam air bekas rebusan tadi, tunggu hingga mendidih. Masukkan santan, garam, gula dan penyedap rasa sesuai selera. Tunggu hingga mendidih dan sedikit mengental. Siap dinikmati.....
Selengkapnya...

Jumat, 22 Juli 2011

Piper betle (Daun Sirih),,,Si Hijau Serba Guna

Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat. Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.

Tanaman yang bisa tumbuh subur di pekarangan rumah ini ternyata mempunyai banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati berbagai penyakit. Sebelum mengupas manfaatnya baiknya kita mengetahui jenis - jenisnya dahulu. Ada banyak jenis dari tanaman daun sirih ini, misal daun sirih hijau, daun sirih merah, dan daun sirih hitam.

Daun Sirih Hijau

Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi tua untuk kelengkapan 'nginang' (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk 'nginang' tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga.

Nama Lokal :
Betel (Perancis), Betel, Betelhe, Vitele (Portugal); Sirih (Indonesia), Suruh, Sedah (Jawa), Seureuh (Sunda); Ju jiang (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit mata, Eksim, bau mulut, kulit gatal, Menghilangkan jerawat; Pendarahan gusi, Mimisan, Bronkhitis, Batuk, Sariawan, Luka; Keputihan, Sakit jantung, Sifilis, Alergi/biduren, Diare, Sakit gigi;

Pemanfaatan :
1. Mengurangi produk ASI yang berlebihan
Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya.
Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian
dipanggang dengan api.
Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di
seputar buah dada.

2. Keputihan
Bahan: 7 - 10 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih.
Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan
masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar
kemaluan secara berulang-ulang.

3. Sakit Jantung
Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang
merah, 1 sendok jintan putih.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus,
ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan beberapa menit, kemudian
diperas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara
teratur.

4. Sifilis
Bahan : 25 - 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula
aren dan garam dapur secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter
air sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus.

5. Alergi/biduren
Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok
minyak kayu putih.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama
sampai halus.
Cara menggunakan : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan
yang gatal-gatal.

6. Diare
Bahan: 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak
kelapa.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama
sampai halus.
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut.

7. Menghentikan pendarahan gusi
Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
secara teratur sampai sembuh.

8. Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa)
Bahan: 1 lembar daun sirih.
Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit
supaya keluar minyaknya.
Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang
berdarah/mimisen.

9. Sakit gigi berlubang
a. Bahan: 1 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur,
diulang secara teratur sampai sembuh.

b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok
Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai
garam larut, biarkan sampai dingin
Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

10. Bronkhitis
Bahan: 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.
Cara membuat: daun sirih dirajang, kemudian direbus bersama gula
batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas,
dan disaring
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 3 sendok makan

11. Batuk
a. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
secara teratur sampai sembuh.
b. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
secara teratur sampai sembuh.

c. Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan
madu secukupnya.
Cara membuat: daun sirih diiris-iris, kemudian direbus bersama
daun widoro dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
secara teratur sampai sembuh.

d. Bahan: 4 lembar daun sirih.
Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
secara teratur sampai sembuh.

Daun Sirih Merah (Piper crocatum)
Daun sirih tidak hanya berwarna hijau, tetapi ada juga yang merah. Yang berdaun merah memiliki khasiat obat luar biasa. Kandungan zat-zat yang ada di dalamnya mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Pada umumnya orang mengenal daun sirih berwarna hijau. Daun ini memiliki banyak sekali manfaat. Di samping secara tradisional dan turun-temurun dimanfaatkan sebagai pelengkap upacara adat, terkadang juga digunakan oleh ibu-ibu untuk menginang. Dalam perkembangannya, air rebusan daun sirih diketahui mengandung antiseptik yang berkhasiat sebagai obat kumur, menjaga kesehatan organ intim wanita, menghilangkan bau badan, mengatasi mimisan, dan memperkuat gigi.

Kini ada daun sirih berwarna merah. Tanaman ini tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, seperti Papua, Aceh, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Sayangnya, belum diketahui asalnya secara jelas. Seperti halnya sirih hijau, sirih merah tumbuh menjalar.

Batangnya bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya berbentuk jantung dengan bagian ujung meruncing. Panjang daun bisa meneapai 15-20 cm. Warna ujung daun hijau bersaput putih keabu-abuan.
Bagian pangkal daun berwarna merah hati. Daunnya berlendir, berasa sangat pahit, dan beraroma wangi khas sirih.

Sirih merah tergolong langka karena tidak tumbuh di setiap tempat. Bisa tumbuh dengan baik di tempat yang teduh dan tidak terlalu banyak terkena sinar matahari. Jika terkena sinar matahari langsung pada siang hari seeara terus-menerus warna merah daunnya bisa menjadi pudar, buram, dan kurang menarik.

Tanaman ini juga pantang kelebihan air. Karena itu, pada musim penghujan banyak yang mati akibat batangnya membusuk dan daunnya rontok. Sirih merah akan tumbuh dengan baik bila mendapat 60-75 % cahaya matahari. Karena itu perlakuan khusus sangat dibutuhkan dalam upaya menjaga syarat tumbuh. Banyak orang mengoleksi tanaman sirih merah, tetapi tidak banyak yang mengerti perawatannya, sehingga cepat mati.

MENGANDUNG BERBAGAI ZAT AKTIF
Dari hasil penelitian diketahui daun sirih merah mengandung flavanoid, polevenolad, tanin, dan minyak atsiri. Secara empiris zat aktif itu memiliki efek mencegah ejakulasi dini, antikejang, membasmi kuman, penghilang rasa nyeri dan.menghilangkan bengkak. Di samping itu bisa juga untuk mengatasi radang paru, radang tenggorokan, gusi bengkak, radang payudara, hidung mimisan, kencing manis, ambeien, jantung koroner, darah tinggi, asam urat: dan batuk berdarah.

Berikut beberapa contoh penggunaan sirih merah sebagai obat.

Untuk ambeien, 
Ambil 7 Iembar .daun, cuci bersih, iris kecil-kecil, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Setelah disaring tambahkan madu, minum tiga kali sehari, sekali minum 1,5 gelas, hingga ambeien sembuh.

Untuk asam urat, 
Ambil 7 lembar daun sirih tua dan batangnya sepanjang 15 cm. Bahan dicuci, iris kecil-kecil, rebus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Saring, tambahkan madu dan perasan jeruk nipis. Minum dua kali sehari, sekali minum 1,5 gelas, sampai sembuh. Sisa rebusan bisa diminum hari berikutnya setelah dipanaskan terlebih dahulu. Minum sampai asam urat sembuh.

Untuk kencing manis, 
Ambil 3 lembar daun sirih tua, cuci bersih, iris kecil-kecil, dan rebus dengan 3 gelas air hingga ters isa 1,5 gelas. Minum tiga kali sehari se- belum makan, sekali minum 1/2 gelas, sampai gula darah normal kembali.

Untuk jantung koroner, 
Ambil 4 lembar daun, cuci, rebus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas, tambahkan madu, minum selagi hangat dua kali sehari sebelum makan, sekali minum 1 gelas, hingga jantung koroner sembuh.

Cara menanam
Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20 - 30 cm.

Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2 - 3 daun atau 2 - 3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun di ku-rangi sebagian atau buang seluruh-nya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun.

Cara perbanyakan dengan dengan setek dapat dilakukan dengan me-nyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perban-dingan 1 : 1 : 1. media tersebut di-masukkan ke dalam polibeg berdi ameter 10 cm yang bagian bawah-nya sudah dilubangin.

Setek yang telah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit. Setek ditanam pada poli-beg yang telah berisi media tanam. Letakkan setek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60-75 %

Daun Sirih Hitam
Sirih hitam yang mempunyai warna hijau kehitaman memang belum bayak yang meneliti khasiatnya, tidak seperti daun sirih merah. Tetapi menurut cerita dari mulut ke mulut, katanya sirih hitam ini juga mampu mengobati berbagai macam penyakit dan khasiatnya bisa beberapa kali lipat sirih merah. Menurut cerita, memang sirih hitam ini juga bisa bisa digunakan untuk cuci darah, asma, bronchitis, batuk rejan, dan darah tinggi. Caranya menggunakannya, tiga helai daun sirih hitam dicuci bersih, diracik lalu direbus dan air rebusannya diminum.
[Berbagai Sumber]

Selengkapnya...